Iswadi Idris

Iswadi Idris adalah pemain legenda Persija yang lahir dari klub internalnya, Merdeka Boys Football Ascociation atau yang kenal dengan nama MBFA. Iswadi lahir di Banda Aceh, 18 Maret 1949, namun lebih dikenal sebagai anak Cikini. Julukan ‘Boncel’ melekat dengan Iswadi karena tubuhnya yang pendek namun memiliki kemampuan yang luar biasa di lapangan hijau.

Iswadi mengawali karirnya di Persija Jakarta pada tahun 1966 saat berusia 17 tahun.

Tahun 1969, Iswadi yang akrab disapa Bang Is sempat meninggalkan Persija menuju PSMS Medan bersama Soetjipto Soentoro. Keduanya dinilai sebagai ‘pengkhianat’ Jakarta karena pergi ke tim rival Persija saat itu. Namun hanya setahun di PSMS, Iswadi dan Tjipto akhirnya kembali ke Persija di kompetisi 1971.

Iswadi ikut menghantarkan Persija menjadi juara di tahun 1973 dan 1975, bahkan Iswadi juga beberapa kali menjadi kapten Persija saat tim kebanggaan warga Jakarta itu bertanding melawan klub luar negeri seperti Indenpendiente, Offenbach Kickers dan Ajax Amsterdam.

Karir Iswadi di Timnas Indonesia juga bisa dibilang sangat mengesankan. Karena sosoknya tersebut, ia terpilih menjadi kapten timnas sejak awal 1970 sampai 1980. Tak hanya piawai di posisi gelandang, sejumlah posisi lainnya pun sempat ia lakoni selama membela timnas, mulai dari bek kanan hingga libero. Ia pun menjadi pelopor pemain serba bisa yang andal dalam berganti-ganti posisi sebelum diteruskan oleh Ronny Pattinasarani. Berkat kepiawaiannya tersebut Bang Is berhasil menjadi pemain Indonesia pertama yang dikontrak oleh klub asing yaitu Western Suburbs, Australia di tahun 1974-1975 sebelum akhirnya kembali memperkuat Persija di Kompetisi 1975.iswadi-idris_photo

Spread the love

Leave a Reply