MACAN MUDA U-17 TERHENTI DI QUARTER FINAL PIALA SOERATIN U-17

Piala Soeratin U-17 Regional DKI Jakarta

Langkah Persija (Muda) Soeratin U-17 terhenti di babak perempat final (quarter final). Macan Muda U-17 gagal meraih kemenangan di fase knock out ini setelah mengalami kekalahan 0-2 dari Urakan di Lapangan Yonzikon 14, Sabtu siang (23 Desember 2018). Ambisi meraih prestasi terbaik di Piala Soeratin U-17 musim kompetisi tahun 2018 pun pupus.

Para Penggawa Macan Muda, secara personal dan tim terus menapaki program dan tujuan yang telah dicanangkan oleh Persija Fondation. Terdekat, tim ini kudu menjalani Kompetisi Internal Persija 2018/2019, dimana Macan Muda disertakan di Divisi Satu dengan 14 klub Partisipan. Persija U17+ sudah melakoni 4 (empat) laga dengan raihan 1 (satu) kemenangan, 2 (dua) hasil draw, 1 (satu) kekalahan, dengan selisih gol 8-4 dan point 5 (lima) saat ini menempati peringkat 7 (tujuh) di klasemen sementara. Tim Persija U17+ ini (squad Persija U-17 dan Persija U-15) masih memliki sisa 9 (sembilan) pertandingan hingga akhir musim.

Secara personal, penggawa Macan Muda kudu bersiap-siap untuk bersaing dengan talenta muda berbakat lainnya dalam proses seleksi di tim Persija U-19 untuk kompetisi Liga 1 U19 di tahun 2019 dan tahun 2020. Pesepakbola muda kelahiran tahun 2001/2002 ini punya peluang dan kesempatan untuk menjadi pesepakbola yang lebih baik lagi, pesepakbola handal yang bisa berkiprah di dunia sepakbola profesional. Peluang pesepakbola binaan klub-klub internal Persija seperti Iko Sukarno (MC Utama), Zaidan Rizky (Pos Indonesia), Abeliano Marchi (menteng Yunior), Daffa Suherman (Putra Nusa), Muhammad Rayhan (Jayakarta), Ade Pratama (Putra Indonesia), Maulana Habibi (Menteng FC) dkk masih terbuka, dan tentunya bisa mereka raih dengan latihan yang spartan dan upaya meningkatkan kemampuan individu (dan pemahaman kerjasama tim) secara signifikan.

Kebersamaaan pesepakbola muda berbakat yang berdomisili di Jakarta ini, selama 3-4 tahun ke depan (proyeksi untuk Tim Persija Muda di Liga Nusantara) merupakan representasi dari kegiatan komunitas based on interest, dan merupakan bagian dari program PEOPLE CENTRE Jakarta, People Centered Development Programme.

 

 

 

 

Spread the love

Leave a Reply