Pelatih Terbaik Liga 1 2017 Bulan Juni: Stefano Cugurra Teco (Persija Jakarta)

Kami memilih Stefano Cugurra Teco sebagai pelatih terbaik Liga 1 2017 bulan Juni lalu, dan ada alasan kuat di balik pilihan ini…

Mimpi buruk Persija Jakarta dan The Jakmania sepertinya sudah menjauh secara perlahan, setidaknya sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan performa Macan Kemayoran membaik dari waktu ke waktu.

Bambang Pamungkas cs bahkan berhasil menjalani tujuh laga terakhir tanpa tersentuh kekalahan. Jawara Liga Indonesia 2001 itu juga menjadi tim dengan rataan kebobolan paling sedikit (5 gol) di kompetisi. Singkatnya, sebagai tim ibu kota, Persija mulai menunjukkan karakter sebuah tim besar yang sebenarnya.

Penampilan apik anak-anak Jakarta ini tentu tak lepas dari kerja keras sang pelatih, Stefano Cugurra Teco. Pasca dituntut untuk segera angkat kaki dari tim oleh para pendukung, Teco yang sama sekali tak gentar tetap berdiri mendampingi timnya berlaga sambil mencari racikan yang pas untuk membawa anak-anak asuhnya menemukan performa terbaik.

Pertandingan menghadapi Arema FC di pekan ke-9 bak menjadi titik balik bagi penampilan Persija Jakarta. Teco yang lebih sering menggunakan 4-4-2 dan 4-2-3-1 di pertandingan-pertandingan sebelumnya secara mengejutkan mengubah pakem menjadi 4-3-3.

Formasi itu membuat gelandang sayap, Ambrizal Umanailo, naik menempati pos penyerang sayap. Sedangkan Bruno Lopes yang kerap menjadi duet Luis Carlos Junior di depan juga digeser melebar ke posisi sayap.

Pertandingan menghadapi Arema FC di pekan ke-9 bak menjadi titik balik bagi penampilan Persija Jakarta. Teco secara mengejutkan mengubah pakem menjadi 4-3-3

Praktis, keputusan ini membuat kedua sayap leluasa bergerak dan menjadi pemain yang mengkreasi peluang atau bahkan mencetak gol. Di sektor tengah, Teco mulai memercayakan Muhammad Hargianto untuk mengisi pos gelandang tengah.

Sementara Hargianto menjaga keamanan di lini tengah, para rekannya seperti Rohit Chand, Sutanto Tan, dan Sandi Darma Sute saling bergantian menjadi penyuplai bola ke depan. Sementara itu, Luis Junior atau Bambang Pamungkas cukup ditugaskan menunggu suplai bola dari rekan-rekannya tadi.

Langkah berani itu pada akhirnya sukses membuat Persija memenangkan laga dengan skor 2-0. Itu merupakan hasil positif pertama Macan Kemayoran sejak memperoleh kemenangan di laga pertama menghadapi Persiba Balikpapan, 16 Maret 2017 lalu.

Selain itu, Teco juga menginstruksikan agar anak-anak asuhnya bermain dengan tempo tinggi demi mencapai target, yakni mencetak gol terlebih dahulu. Hal ini yang juga terlihat saat Persija menghadapi Arema FC dan lawan-lawan lainnya.

Khusus di laga melawan Arema FC, para pemain Persija terus menekan dan mencari celah pertahanan Arema FC sejak awal pertandingan. Berbagai macam cara dilakukan oleh Bruno Lopes cs untuk merobek jala gawang Kurnia Meiga, baik melalui tendangan spekulasi, tendangan bebas atau usaha-usaha lainnya. Hasilnya, waktu belum genap menunjuk 30 menit, Persija sudah mampu unggul 2-0.

Cara main seperti ini dan pakem 4-3-3 kemudian terus dipraktekkan oleh Teco ketika berhadapan dengan PS TNI (Pekan 10) dan Sriwijaya FC (Pekan 12). Sementara saat menghadapi tim yang dinilai satu strip di bawah mereka, Teco menggunakan pendekatan berbeda dan kembali menggunakan formasi 4-4-2.

“Buat main lawan Sriwijaya kami tidak punya banyak waktu, hanya dua hari, kami buat sistem latihan dan pemain punya semangat tinggi. Kami bisa cetak gol dari menit-menit awal, kami senang sekali bisa menang malam hari ini,” ucapnya selepas menghadapi Sriwijaya FC.

Teco juga menginstruksikan agar anak-anak asuhnya bermain dengan tempo tinggi demi mencapai target, yakni mencetak gol terlebih dahulu

“Kami harusnya menang sejak lawan Mitra (Kukar) dan Bali (United), tapi apa boleh buat kami dapat draw. Kami bicara sama pemain kerja keras bahwa kami harus kerja cepat. Sekarang kami sudah di situasi bagus, sudah di papan atas dan semua senang.”

Untuk urusan lini belakang, Teco mengatakan bahwa kombinasi dari pemain senior dan pemain muda juga menjadi racikan andalan. Ia juga menghimbau kepada para pemain untuk terus menjaga fokus hingga akhir laga.

“Saya selalu minta para pemain menjaga fokus di area pertahanan. Dan itu berjalan baik. Organisasi pertahanan kami yang digalang pemain senior dibantu pemain muda terbukti ampuh. Benteng kami makin kuat karena kiper kami juga tangguh dan konsisten.”

Selain dari segi taktikal, pelatih kelahiran tahun 1974 tersebut juga berhasil mengendalikan situasi ruang ganti Persija. Ini terlihat dari kepercayaannya baik dengan pemain senior dan pemain muda, ia juga tak ragu untuk memainkan pemain-pemain cadangan yang belum pernah diturunkan. Pada akhirnya, pendekatan yang dilakukan Teco sukses besar untuk mengatasi situasi-situasi minor yang tak diinginkan.

Persija kini bertengger di posisi ke-5 klasemen sementara, karena hasil imbang dengan tuan rumah Persegres Gresik United gagal membuat tim ibu kota ini mengkudeta posisi Bhayangkara FC di tempat ke-4.

Ujian selanjutnya bagi Teco dan anak-anak asuhnya adalah laga melawan Persipura Jayapura di pekan ke-13, Sabtu 8 Juli 2017 mendatang. Meski bermain di kandang, melawan Persipura Jayapura bukanlah hal yang mudah.

Barisan pemain muda dan senior yang juga tak kalah hebat menghiasi skuat Mutiara Hitam. Meski bisa dibilang ini bukan periode yang bagus bagi Persipura, namun mereka dinilai siap mengembalikkan momentum kemenangan.

Patut disaksikan bagaimana Persija Jakarta mengatasi tekanan yang dilancarkan anak-anak asuh Wanderley Machado mendatang.

Sumber: fourfourtwo.com

Spread the love

Leave a Reply