SATU UNTUK SEMUA

SPIRIT SONGS #2

Satu Untuk Jakarta

Satu Untuk Semua

Persija Untuk Semua

 

“Please, play it loud!”

 

 

“Persija itu Jakarta!” Kalimat ini melekat erat bagi fans Persija, di era tahun 2000-an. Persija identik dengan pendukung setianya, Jakmania yang didirikan pada tanggal 19 Desember 1997. Persija berdomisili di DKI Jakarta Raya, merupakan salah satu legacy dan previlege para Founders (golden share) yang diterakan sejak 28 Nopember 1928, dipertegas di dalam AD/ART Persija tahun 1985, dan dicantumkan di Statuta ”Basic Print Persija, Spirit To Basic”  di tahun 2015.

Diawal tahun 2000-an ini pula, Persija meraih gelarnya yang ke-10 sehingga satu bintang emas pun dilekatkan diatas logo Persija terkini sebagai simbol 10 gelar National Championship League di Indonesia. Tepatnya di tahun 2001, Persija menjadi Juara Liga Indonesia, titel kompetisi kasta tertinggi di Indonesia pada saat itu. Klub kebanggaan ibukota, Persija meraih gelar Juara Indonesia di ajang kompetisi profesional Liga Indonesia di tahun 2001. Persija bermaterikan Mbeng Jean, Hari Saputra, Luciano Leandro, Imran Nahumarury, Widodo C. Putro, dan Bambang Pamungkas yang dipimpin oleh Pelatih Sofyan Hadi.

Abad 20 identik dengan modernisasi. Sepakbola Indonesia yang akrab dengan Kompetisi Perserikatan bermetamorfosis menjadi Kompetisi Liga Indonesia di tahun 1994, dimana klub pesertanya dipersyaratkan menjadi klub profesional. Persija menjadi klub yang glamour dengan dukungan dana APBD hingga tahun 2011. Setelah era tersebut, sesuai regulasi AFC maka Persija membentuk badan hukum PT. Persija Jaya Jakarta di tahun 2010 guna mengelola klub secara profesional dan merupakan entitas bisnis Persija. Berikutnya, di tahun 2013 dibentuk pula Persija Foundation (Yayasan Persija Muda) sebagai entitas social activities Persija, satellite yang concern dengan kegiatan Jakarta Football Youth Development Programmme dan bersinergi dengan mantan pesepakbola Persija (Persija Legends / Persija OldStars)

Lagu “Satu Untuk Semua” direkam di Avra Studio di masa 2010-2013, dinyanyikan Yopie dan Tamy yang terpengaruh dengan aliran musik yang trendy di tahun 2000-an. Suara dua vokalis yang saling mengisi, tempo yang upbeat, sound dan effect bernuansa digital, dan tentunya suara chorus ‘nyaman’ di dengar. Ada pengaruh Base Jam, Padi, Dewa, Ungu hingga RAN, yang merupakan band yang menetap di Jakarta, baik karena berasal dari Jakarta maupun karena hijrah serta jadi Anak Jakarta.

Deskripsi kemajemukan Jakarta tersirat dalam syair lagu, heterogen. Selain itu, ada manifestasi harapan agar Persija kembali meraih gelar dan prestasi terbaiknya di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Dan Alhamdulillah, kini Persija kembali menjadi yang terbaik di National Championship League, di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Persija meraih gelar Juara Liga 1 di musim kompetisi tahun 2018, gelar resmi Persija sebagai Jawara Indonesia yang ke-11 kalinya dengan bermaterikan Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Andritany Ardhiyasa, Ramdani Lestaluhu, Rezaldi Hehanusa, Jaimerson Da Silva, Maman Abdurrahman, Rohit Chand, Sandi Sute, Marko Simic dan members squad 2018 lainnya, disertai Juru Taktik Stefano “Teco” Cugurra.

Lagu karya Budiman, yang dituntaskan oleh Daus dalam prosesi Mixing dan Mastering di Musica Studio ini menjadi representasi berupa karya seni yang diapresiasikan untuk Persija.

Persija lah Jakarta

Persija untuk semua

Persija ku jaya

Persija Juara

 

 

Spread the love