Sugih Hendarto, Bapak Sepakbola Jakarta

Berkarir sebagai pelatih selama kurang lebih 50 tahun, Sugih Hendarto atau yang disapa om Hen, banyak memberikan prestasi bagi sepakbola nasional dan tentunya tim kebanggaan ibukota, Persija Jakarta.

Siang yang begitu terik di bagian selatan Jakarta waktu itu, terlihat seorang kakek berdiri di tengah lapangan Aldiron yang berlokasi di bilangan Pancoran. Kakek itu cukup lihai dalam mempraktik-kan trik dasar bermain sepakbola kepada murid-muridnya di SSB Menteng Yunior Football Academy seperti dribble, shootingmaupun passing. Sesekali suaranya terdengar sedikit nyaring menegur anak-anak yang salah dalam menjalani instruksinya.

Sang kakek membagikan ilmu sepakbola yang di milikinya kepada generasi muda di usia senja walaupun fisiknya tidak lagi muda. Terlihat punggung badannya yang mulai membungkuk, tetapi semua itu beliau jalani dengan senang hati sebagai bentuk dedikasi dan kecintaan dirinya kepada sepakbola, sepakbola yang beliau anggap adalah bagian hidupnya yang tak bisa dilepaskan.

Kakek itu bernama Sugih Hendarto, beliau adalah salah satu legenda sepakbola nasional bangsa ini dan tokoh sepakbola di Jakarta, ia adalah guru bagi pelatih sepakbola di Indonesia karena etos kerjanya yang begitu tinggi dan sangat disiplin terhadap tim yang sewaktu ia masih tangani sebagai seorang pelatih.

Jika melihat riwayat catatan perjalanan karir kepelatihan beliau selama hayatnya, om Hen yakni panggilan akrab Sugih Hendarto. Beliau pernah menangani Persija Jakarta selama satu dekade. Deretan kisah-kisah kesuksesan bagi Persija yang beliau ukir begitu banyak, termasuk membangkitkan Persija sebagai tim bintang dari masa kelam yang penuh dengan keterpurukan di tahun 80-an.

NAMANYA YANG ABADI BERSAMA PERSIJA

Awalnya, om Hen sendiri bercerita semasa hidup jika dulu dirinya adalah pemain sepakbola. Beliau pernah bermain untuk klub Union Makes Strenght (Salah satu klub internal Persija Jakarta) bersama Endang Witarsa dan PSB Bogor dengan berposisi sebagai gelandang, om Hen menyebut tugas sewaktu ia masih aktif bermain adalah gelandang tukang tackle pemain lawan.

Ia berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang mencintai sepakbola, sang ayah dahulunya juga bermain di Union Makes Strenght. Sugih Hendarto bermain sepakbola hingga umur 30 tahun dengan memutuskan pensiun tahun 1964, di tahun yang sama Sugih Hendarto memulai karirnya sebagai pelatih.

Bermula dari Persija yang hampir terdegradasi di kompetisi Perserikatan Divisi I PSSI tahun 1985. Om Hen yang saat itu menjadi kepala sekolah SSB Persija, ditunjuk oleh ketua umum Persija saat itu yakni Todung Barita Lumbanraja untuk menjadi juru taktik Persija di usia 51 tahun om Hen menggantikan pelatih sebelumnya, Reni Salaki. Penunjukan om Hen sebagai pelatih kepala Persija saat itu terbukti ampuh, beliau mampu membawa Persija lolos dari degradasi dan kembali membawa performa Persija ke kualitas terbaiknya sebagai tim besar di tahun berikutnya.

Banyak sumbangsih yang om Hen berikan untuk Persija, selain membawa Persija lolos dari ancaman degradasi di tahun 1985. Lalu, om Hen kembali melanjutkan kisah-kisah yang begitu manis bersama Persija. Tahun 1986, om Hen mengangkat pamor Persija dengan menjadi juara di putaran pertama kompetisi Perserikatan dan membawa Persija ke babak 6 besar atau tahun berikutnya seperti saat ia membawa Persija Jakarta ke final Perserikatan kompetisi Divisi I PSSI tahun 1987/1988.

Dari awal mulainya berjalan kompetisi tahun 1987/1988 tersebut, Persija sukses meraih kemenangan demi kemenangan hingga sampai ke final dengan catatan tanpa terkalahkan. Hingga pada akhirnya Persija harus gagal di final setelah kalah dari Persebaya Surabaya di final dengan skor 3-2, di tahun itu Persija mendapat julukan sebagai tim juara tanpa mahkota.

Kompetisi perserikatan tahun 1989/1990, om Hen kembali sukses memberikan prestasi kepada Persija dengan status juara ketiga. Persija saat itu kembali kalah oleh Persebaya di partai semi final dan pada pertandingan perebutan peringkat juara ketiga, Persija berhasil menundukan PSM Ujung Pandang dengan skor 4-1.

Bagi om Hen, bermain sepakbola indah adalah keharusan. Om Hen percaya, jika sepakbola indah-lah yang mampu membawa Persija Jakarta mendapatkan hasil maksimal seperti saat Persija berkompetisi di tahun 1987/1988 dalam pencapaiannya hingga masuk ke babak final.

Menerapkan hort-pass dari kebiasaan long pass, pemain belakang yang dituntut overlapping saat Persija melakukan counter pressing dan terbiasa menguasai 1/3 akhir pertahanan lawan serta kunci bermain yang sabar, adalah ciri strategi permainan om Hen dengan formasi 4-4-2 atau 4-3-3 pilihannya.

KUATNYA PERJUANGAN DAN BESARNYA CITA BAGI SEPAKBOLA BANGSA

Jasa beliau untuk Persija begitu besar, dari yang terpuruk lalu bisa kembali bersaing di papan atas pada tahun pertama karir sebagai seorang pelatih adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Om Hen mendedikasikan dirinya dengan ikhlas untuk sepakbola bangsa ini tanpa mengharap belas kasih dari penikmat sepakbola tanah air ataupun pemerintah, bahkan pernah ada cerita dari murid SSB beliau. Om Hen pernah membiayai perjalanan pertandingan tim dengan memakai uang pribadinya. Memang tidak salah jika kita meng-gelari om Hen sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

“Menghasilkan mutu Pemain yang baik sebenarnya juga harus mempunyai guru yang baik, gurunya ya itu pelatih sepakbolanya. Gimana mau punya bibit sepakbola pemain muda bermutu baik, kalo pelatihnya aja sebagai guru belum punya mutu yang baik.” Ujar om Hen semasa hidup beliau.

Om Hen selalu menerapkan pesan kepada para pemain didikannya agar mereka semua selalu mempunyai mental yang kuat, mental yang kuat berasal dari sikap yang baik serta sikap yang baik akan menghasilkan kualitas permainan yang baik serta pemain wajib berperangai yang baik di dalam dan luar lapangan adalah kunci kesuksesan generasi sepakbola di masa depan. Nama om Hen akan selalu dikenang, semangat beliau untuk selalu menghidupi dan mengembangkan sepakbola bangsa ini di masa depan hingga menjadi lebih baik.

Semoga apa yang telah beliau perjuangkan saat beliau masih hidup, bisa kembali diteruskan oleh insan sepakbola saat ini. Pelajaran kisah sukses om Hen semasa di Persija pada era-nya juga bisa menjadi motivasi untuk tim Persija saat ini bahkan pelajaran untuk bisa lebih baik, agar prestasi Persija yang telah lama mati bisa hidup kembali.

Sumber : sepakbolajakarta.com

Spread the love

Leave a Reply